ACEH JAYA (AWN) – RSUD Teuku Umar Calang, Aceh Jaya, terpaksa merawat sejumlah pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat seluruh ruang rawat inap penuh sejak dua hari terakhir.

Kabid Pelayanan Medis RSUD Teuku Umar Calang, dr. M. Isra Ikhwana, membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien di rumah sakit tersebut sejak dua hari terakhir.

“Ya, untuk saat ini ruangan kita penuh karena pasien yang masuk melalui IGD meningkat, sehingga semua bed kamar penuh,rata-rata mereka keluhkan Demam,” kata Kabid Pelayanan Medis RSUD Teuku Umar Calang, dr. M. Isra Ikhwana, kepada Antara, Rabu (16/9).

Ia juga membenarkan bahwa secara internal pihaknya telah menyampaikan agar pasien dari Puskesmas yang sifatnya tidak emergensi untuk sementara tidak dirujuk ke IGD, mengingat sejumlah kamar yang tersedia masih penuh.

“Untuk saat ini kapasitas bed kita ada sebanyak 103 bed dan itu penuh semua. Untuk pasien dari Puskesmas yang sifatnya tidak emergensi memang kita sampaikan tidak dirujuk sementara. Yang datang sendiri dan diantar orang lain tetap kita terima,” katanya.

dr. Isra menjelaskan, upaya yang dilakukan pihaknya saat ini adalah mempercepat visit dokter ke ruangan-ruangan untuk melihat kondisi pasien yang sudah dinyatakan sehat sehingga dapat diperbolehkan pulang.

“Untuk saat ini kita percepat visit dokter melihat pasien sehat. Kemudian ada yang dirujuk, itu tahapannya, sehingga ada bed yang kosong. Kalau ada bed kosong, langsung diisi pasien dari IGD,” katanya.

Sementara itu, Kabid Penunjang Medis RSUD Teuku Umar Calang, Sri Mulyanti, saat dikonfirmasi terkait ruangan baru yang belum difungsikan, menyampaikan bahwa RSUD memang memiliki bangunan baru untuk pasien sebanyak 10 kamar. Namun, hingga saat ini bangunan tersebut belum fungsional karena masih dalam tahap pengerjaan lanjutan pada perubahan anggaran tahun ini.

“Kita memang ada bangunan baru untuk ruang rawat inap yang menampung 20 bed tidur, yaitu 10 kamar. Bangunan itu kita lanjutkan tahun ini,” katanya.

Ia berharap anggaran untuk pembangunan tersebut dapat segera dicairkan sehingga bangunan tersebut dapat segera difungsikan dan menampung kembali pasien yang belum mendapatkan bed.

“Harapan kita bangunan tersebut dapat segera fungsional sehingga tidak ada lagi pasien yang harus dirawat di IGD,” katanya.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *