ACEH JAYA (AWN) – Harga minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya mengalami kenaikan dalam sepuluh hari terakhir, dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,8 juta per kilogram di tingkat pengepul. Kenaikan ini mendorong petani kembali menjual minyak nilam yang sebelumnya disimpan sambil menunggu harga membaik.
Pengepul minyak nilam Aceh Jaya, Sudirman Puteh, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sekitar sepuluh hari lalu. Saat ini, harga beli minyak nilam di tingkat pengepul mencapai Rp1,8 juta per kilogram.
“Untuk harga minyak nilam saat ini memang sedang naik. Sejak sepuluh hari lalu, harganya mulai dari Rp1,2 juta dan sekarang sudah mencapai Rp1,8 juta per kilogram,” kata Sudirman, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut membuat petani mulai melepas persediaan minyak nilam yang selama ini disimpan karena menunggu harga yang lebih tinggi.
Ia mengaku, dalam dua pekan terakhir, minyak nilam yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 1,3 ton. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya penjualan setelah harga mulai membaik.
“Sejak harga naik, rata-rata petani mulai menjual minyak nilam mereka. Saya saja dalam dua minggu terakhir sudah mengumpulkan sekitar 1,3 ton,” ujarnya.
Meski demikian, Sudirman mengatakan harga minyak nilam masih berfluktuasi sehingga belum dapat dipastikan akan bertahan di angka Rp1,8 juta per kilogram atau kembali mengalami perubahan dalam beberapa hari ke depan.
Ia menyebutkan, harga minyak nilam bahkan sempat menyentuh Rp2,2 juta per kilogram sekitar tiga hari lalu.
“Untuk harga belum bisa kita pastikan apakah akan terus naik. Bisa saja besok atau beberapa hari ke depan kembali turun. Tiga hari lalu, harganya sempat mencapai Rp2,2 juta per kilogram. Harapan kita, harga terus naik agar petani nilam di Aceh Jaya kembali berjaya,” katanya.
Sementara itu, salah seorang petani nilam Aceh Jaya, Abdo Rani, menyambut baik kenaikan harga tersebut. Menurutnya, kondisi ini memberikan keuntungan bagi petani, terutama setelah harga minyak nilam sempat anjlok hingga Rp700 ribu per kilogram.
“Kita sangat bersyukur dengan kenaikan harga ini. Semoga harga minyak nilam terus meningkat agar petani kembali sejahtera,” kata Abdo Rani.
Ia mengungkapkan, pada Januari 2026, harga minyak nilam sempat berada di angka Rp700 ribu per kilogram. Rendahnya harga saat itu membuat dirinya memilih menyimpan hasil produksi sambil menunggu harga kembali membaik.
“Januari lalu, harga minyak nilam bahkan sempat Rp700 ribu per kilogram. Karena itu, kami memilih menunggu hingga harganya naik,” katanya. []











