ACEH JAYA (AWN) – Dinas Kesehatan Aceh Jaya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan surve serta pengecekan langsung ke 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Kabupaten setempat.
Dari 12 SPPG baru lima SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sementara lima lainya belum menerima sertifika Higeine Sanitasi serta dua SPPG tidak beroperasi.
“Kita sudah melakukan pengecekan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Aceh Jaya, Lima yang belum kita berikan sertifikan karena belum keluar hasil lab pemeriksaan air dan sampel makanan, “Kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Eva Susanti, Kamis(17/9).
Eva menambahkan kalau sementara dua SPPG yang Suspend atau di tutup memang tidak bisa dikeluarkan sertifikat SLHS karena tidak beroperasi, karena syarat pengecekan memang harus beroperasi.
“Untuk sampel makanan dan air di SPPG tersebut memang sudah di ambil, kata pihak SPPG hari kamis keluar kita tunggu hasil dulu baru bisa kita keluarkan SLHS, “katanya.
Eva juga berharap agar seluruh SPPG yang ada di Aceh Jaya untuk menjaga apa yang telah disarankan pihaknya sehiknya dan menjalankan sesuai dengan aturan yang ada.
“SPPG yang sudah bagus kedepan dapat menjaga dan mempertahankan dan SPPG yang belum keluar SLHS agar dapat segera memenuhi apapun syarat yang diminta pihak dinas sehingga SLHS cepat keluar, ” Tutupnya.
Adapun lima SPPG belum mengantongi SLHS adalah SPPG Panton, Teunom, SPPG Lhok Timon Setia Bakti, SPPG Patek Darul hikmah, SPPG Teumareum Indra Jaya dan SPPG Lhuet Jaya
Sementara yang disuspend beroperasi ada SPPG Timpleng Pasie Raya dan SPPG Kuta Tuha Kecamatan Panga.
Sementara yang sudah mengantongi SLHS yaitu SPPG Leupe kecamatan Jaya, SPPG Dayah Baro Kecamatan Krueng Sabee, SPPG Keutapang Kecamatan Krueng Sabee, SPPG Kabong kecamatan Krueng Sabee dan SPPG Padang Kleng Kecamatan Teunom. []








