ACEH JAYA (AWN) – Sejumlah petani pepaya di Desa Bintah, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, mengalami kerugian besar setelah perkebunan mereka diterjang banjir pada Minggu (01/11/2026) lalu.

Sedikitnya dua hektare tanaman pepaya dilaporkan rusak parah dan tumbang akibat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari dua meter.

Ironisnya, sebagian besar tanaman yang rusak tersebut telah memasuki masa panen. Kondisi ini membuat petani tidak hanya kehilangan tanaman, tetapi juga terancam kehilangan sumber pendapatan keluarga yang selama ini bergantung pada hasil perkebunan pepaya.

Yunita, salah seorang petani pepaya di Desa Bintah, mengatakan banjir datang secara tiba-tiba sehingga dirinya bersama petani lainnya tidak sempat menyelamatkan tanaman maupun buah pepaya yang hampir dipanen.

Menurutnya, lokasi perkebunan yang berada tidak jauh dari aliran Sungai Teunom menyebabkan air dengan cepat meluap dan menghantam kebun miliknya serta perkebunan warga lainnya.

“Air datang begitu cepat. Kami tidak sempat menyelamatkan tanaman. Sekitar dua hektare kebun pepaya tumbang semua, bahkan sebagian buah ikut terlepas dan terbawa arus banjir,” kata Yunita, Rabu (04/11).

Ia menyebutkan, dari sekitar tujuh hektare total perkebunan pepaya milik warga, sedikitnya dua hektare mengalami kerusakan parah. Kerugian akibat kerusakan tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Selain tanaman yang tumbang, petani juga khawatir tanaman yang masih bertahan akan layu akibat terlalu lama terendam banjir.

“Kalau melihat kondisi sekarang, kami khawatir tanaman yang masih tersisa juga akan layu. Padahal, pepaya ini sudah mulai menghasilkan dan menjadi sumber penghasilan kami sehari-hari,” ungkapnya.

Yunita berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya memberikan perhatian kepada petani terdampak, terutama melalui bantuan bibit pepaya dan kebutuhan pertanian lainnya agar mereka dapat kembali mengembangkan usaha perkebunan.

Menurutnya, perkebunan pepaya selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Desa Bintah. Karena itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu petani bangkit setelah kehilangan tanaman akibat banjir.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah, baik berupa bibit pepaya maupun kebutuhan lainnya, supaya kami bisa kembali menanam dan melanjutkan usaha pertanian setelah musibah banjir ini,” harapnya. []

 

Penulis: AHEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *