ACEH JAYA (AWN) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMPKB) Kabupaten Aceh Jaya melakukan monitoring pengembangan budidaya udang vaname di Gampong Glee Jong, Kecamatan Jaya, Selasa (3/11/2026).
Usaha yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial Saputra, S.IP., mengatakan Gampong Glee Jong memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha perikanan. Dengan luas lahan sekitar tiga hektare dan sembilan unit kolam yang tersedia, budidaya udang vaname diharapkan dapat menjadi usaha produktif gampong yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ini merupakan langkah positif dalam mengembangkan potensi ekonomi gampong. Kita melihat sudah ada perkembangan yang cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan sarana pendukung,” ujar Dahrial.
Ia menjelaskan, dari sembilan kolam yang tersedia, saat ini baru satu kolam yang telah dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk kincir air. Sementara delapan kolam lainnya masih membutuhkan sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, pengembangan budidaya tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, DPMPKB Aceh Jaya berharap program ketahanan pangan pada 2027 dapat kembali mendukung pengembangan usaha tersebut secara bertahap.
Dahrial juga menyampaikan pihaknya akan berupaya berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, khususnya Dinas Perikanan, guna menjajaki kemungkinan dukungan fasilitas dan pendampingan teknis bagi pengelola BUMG.
Sementara itu Keuchik Gampong Glee Jong, Fauzi, RZ, menyampaikan bahwa budidaya udang vaname yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2025 mulai menunjukkan perkembangan positif. Udang yang dibudidayakan saat ini telah memasuki usia 36 hari dengan kondisi pertumbuhan yang dinilai baik.
Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam pengembangan usaha tersebut, terutama keterbatasan daya listrik dan ketersediaan kincir air. Fasilitas itu sangat dibutuhkan apabila seluruh kolam nantinya dioperasikan dan diisi benih udang.
Fauzi mengapresiasi perhatian DPMPKB Aceh Jaya yang telah melakukan monitoring serta memberikan arahan terhadap pengembangan usaha BUMG di gampong tersebut.
Melalui pengembangan budidaya udang vaname, Pemerintah Gampong Glee Jong berharap program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan anggaran, tetapi mampu berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang meningkatkan produksi perikanan, memperkuat ekonomi gampong, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.











