ACEH JAYA (AWN) — Membantu masyarakat tidak selalu harus melalui program pemerintah atau menunggu adanya anggaran negara. Hal itu yang selama ini dilakukan Fauzi Yahya, anggota DPRK Aceh Jaya yang memilih membantu warga dengan cara sederhana namun dilakukan secara konsisten.

Di tengah aktivitasnya sebagai wakil rakyat sekaligus Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Jaya, Fauzi kerap menyemai bibit kelapa sawit menggunakan biaya pribadi. Bibit yang telah tumbuh kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk ditanam di lingkungan meunasah dan masjid.

Fauzi Yahya menjelaskan kalau Kegiatan tersebut bukan baru dilakukan belakangan. Persemaian dan pembagian bibit sawit kepada masyarakat telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap sektor perkebunan sekaligus ekonomi masyarakat.

Fauzi melihat bibit sawit bukan sekadar tanaman, tetapi bagian dari investasi jangka panjang bagi masyarakat. Dengan adanya bibit yang dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya besar, warga diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan lahan dan meningkatkan produktivitas perkebunan mereka.

Menariknya, kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri. Fauzi menggunakan sebagian dana pribadinya untuk membeli benih, menyiapkan media persemaian, hingga merawat bibit sebelum dibagikan kepada warga.

Sebagai Ketua Apkasindo Aceh Jaya, perhatian Fauzi terhadap perkebunan kelapa sawit juga tidak terlepas dari keinginannya agar petani mendapatkan akses terhadap bibit yang baik dan berkualitas.

Baginya, kepedulian kepada masyarakat tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan uang dan sembako, namun ekonomi masyarakat jangka panjang juga sangat di butuhkan.

“Membantu masyarakat tidak harus selalu dengan uang negara. Kalau kita punya kemampuan dan bisa membantu dengan cara sendiri, kenapa tidak dilakukan,” ujar Fauzi Yahya.

Ia menilai, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk berkontribusi kepada masyarakat. Bagi dirinya, membagikan bibit merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain dibagikan kepada warga, bibit sawit yang disemainya juga diberikan untuk kebutuhan penghijauan dan pemanfaatan lahan di lingkungan meunasah maupun masjid yang membutuhkan.

“Kita berharap menasah dan mesjid kedepan juga bisa mandiri sehingga kas yang terkempulkan juga dapat dimanfaatkan untuk tempat ibadah itu sendiri, ” Tuturnya.

Menurut fauzi Langkah tersebut menunjukkan bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus menunggu program besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan juga dapat memberikan dampak apabila dikelola dengan baik.

Di sisi lain, keberadaan wakil rakyat di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat ketika ada agenda resmi atau pembahasan program pemerintah. Kepedulian yang lahir dari inisiatif pribadi menjadi salah satu bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus contoh bahwa semangat gotong royong masih dapat dilakukan melalui berbagai cara.

Bagi Fauzi, membantu masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai sesama warga. Jabatan sebagai anggota DPRK dan Ketua Apkasindo, menurutnya, bukan alasan untuk hanya menunggu program pemerintah, tetapi justru menjadi kesempatan untuk berbuat lebih banyak sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Dari sebuah persemaian sederhana, bibit-bibit sawit itu kemudian tumbuh menjadi harapan. Sebagian mungkin ditanam di kebun warga, sebagian di sekitar rumah ibadah, namun semuanya berangkat dari satu hal yang sama: keinginan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dengan kemampuan yang ada,”katanya.[]

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *