ACEH JAYA (AWN) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Jaya menyiapkan pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menggandeng pemerintah gampong. Langkah tersebut menjadi salah satu solusi menghadapi keterbatasan armada pengangkut sampah yang saat ini dimiliki pemerintah daerah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Aceh Jaya, Rusli, mengatakan kolaborasi dengan gampong akan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

“Ke depan akan kita bangun kolaborasi dengan gampong, bagaimana pengelolaan sampah ke depannya berbasis masyarakat. Untuk pilot project pertama memang kita fokus di wilayah Mukim Calang,” kata Rusli, Selasa (22/9).

Menurutnya, keterbatasan armada masih menjadi salah satu kendala utama dalam pelayanan pengangkutan sampah di Aceh Jaya. Bahkan, sejumlah armada yang selama ini digunakan sudah berusia cukup tua dan kondisinya mulai tidak layak.

“Untuk truk sampah kita saat ini ada lima unit. Pemakaian di Calang dua unit, Teunom dua unit dan Lamno satu unit. Sedangkan untuk armada amroll pengangkut kontainer ada empat unit,” jelasnya.

Khusus wilayah Kota Calang, kata Rusli, dua unit armada yang tersedia dinilai belum sebanding dengan volume sampah yang terus meningkat.

“Kalau melihat kebutuhan, unit sebenarnya sangat kurang dengan kondisi sampah sekarang. Di Calang ada lima orang sopir dan kernet, sedangkan armada hanya dua unit. Sehingga terpaksa kami membuat shift sesuai rute masing-masing,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, DLH Aceh Jaya juga mendapat tambahan satu unit truk pengangkut sampah melalui anggaran perubahan tahun 2026.

“Jika tidak ada halangan, dalam perubahan ini ada penambahan satu armada baru, atas inisiatif Pak Bupati dan tim TAPK. Ini sangat membantu, apalagi armada yang beroperasi di Calang sudah sangat tua, peninggalan pasca tsunami dulu,” ujar Rusli.

Rusli berharap jumlah armada dapat terus ditambah dan rencana pengelolaan sampah bersama gampong segera direalisasikan.

“Kita berharap armada ke depan bisa bertambah dan wacana pengelolaan bersama dengan gampong dapat segera terlaksana, sehingga persoalan sampah di Aceh Jaya dapat dikelola dengan lebih baik,” pungkasnya.[]

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *