ACEH JAYA (AWN) – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA Aceh Jaya) Sahputra, menegaskan bahwa perubahan atau penundaan PORA tidak dapat dilakukan secara sederhana, karena berpotensi menimbulkan konsekuensi administratif, teknis, hingga kerugian non-anggaran, termasuk terganggunya pembinaan atlet dan posisi Aceh dalam agenda olahraga nasional yang bersifat berkelanjutan.

“Disisi lain pembangunan dan penyelesaian rumah sakit regional juga kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan oleh Pemerintah Aceh demi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah barat selatan Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Jaya, ” Kata Ketua YARA Aceh Jaya, Sahputra, Kamis (8/1/2026).

Sahputra menilai bahwa Pekan Olahraga Aceh (PORA) bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari sistem pembinaan olahraga berjenjang yang secara struktural berkaitan dengan agenda nasional seperti Pra-PON dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

PORA menjadi dasar seleksi putra/putri terbaik daerah menjadi atlet, penentuan cabang unggulan, serta kesiapan daerah dalam mengikuti event lanjutan yang telah memiliki kalender dan regulasi tersendiri.

Dalam konteks tersebut, Sahputra berpandangan bahwa penguatan sektor kesehatan seharusnya tidak ditempuh dengan cara mengganggu program yang telah terikat secara sistemik, melainkan melalui perencanaan anggaran yang sejak awal menempatkan pelayanan dasar sebagai prioritas utama.

Keterlambatan penyelesaian rumah sakit regional justru mencerminkan lemahnya konsistensi kebijakan anggaran kesehatan, bukan persoalan ada atau tidaknya event olahraga.

Sahputra berharap pembangunan rumah sakit regional dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan, sehingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi, tanpa harus mengambil anggaran dari program lain yang juga telah terjadwal, sekaligus menjaga keberlangsungan agenda olahraga daerah sesuai kalender yang telah ditetapkan.[]

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *