ACEH JAYA (AWN) – Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Jaya Fajri menegaskan kalau penerapan Syariat Islam bagi generasi muda bukanlah sebuah kekangan, melainkan perlindungan untuk masa depan yang lebih baik.
“Syariat menjadi pelindung atau “Pagar” bagi generasi muda bukan menjadi kekangan bagi meraka, “kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Jaya, Fajri, pada saat menghadiri sekaligus bertindak sebagai pembina upacara dalam Apel Pagi Senin di SMP Negeri 1 Calang, Senin (11/6).
Lebih lanjur Fajri menjelaskan dihadapan kepala sekolah, guru, serta seluruh siswa, ia mengibaratkan Syariat Islam seperti pagar di pinggir jurang.
“Bayangkan kalian bermain bola di pinggir jurang. Kalau tidak ada pagarnya, kalian akan takut menendang bola dengan kencang karena takut jatuh. Tapi kalau ada pagarnya, kalian bisa bermain dengan bebas dan maksimal,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa aturan agama hadir bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan menjaga remaja agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merusak masa depan seperti narkoba, pergaulan bebas, dan judi online.
Secara khusus, Kepala Dinas menyoroti maraknya tren negatif yang menjebak remaja saat ini, seperti halnya Judi Online.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak terjebak “slot” atau judi online hanya karena keinginan mencari uang secara instan. Beliau mengutip Surah Al-Maidah ayat 91 yang menegaskan bahwa judi adalah alat setan untuk menimbulkan permusuhan dan menghalangi ibadah.
Selain itu Etika Digital ia mengajak siswa menjaga “lisan” di dunia maya dengan tidak menyebar hoaks atau melakukan ghibah (menggunjing). Beliau mengingatkan bahwa jejak digital dan catatan malaikat bersifat abadi.
Selanjutnya Adab dan Keberkahan Ilmu Menekankan bahwa keberkahan ilmu terletak pada ridha guru dan orang tua, bukan sekadar nilai rapor yang tinggi.
Fajri mengajak para siswa untuk menjadikan shalat sebagai kebutuhan, menjauhi zat terlarang, serta menggunakan teknologi untuk keperluan belajar. Beliau berharap SMP Negeri 1 Calang dapat menjadi cerminan penerapan Syariat Islam yang sejuk, damai, dan berprestasi di Kabupaten Aceh Jaya.
Apresiasi juga disampaikan kepada pihak sekolah yang terus konsisten membina karakter Islami bagi para siswa sebagai “mutiara bangsa”.[]










