Davao City, Filipina (AWN) — Nama Kasmalinda kembali mencuri perhatian dalam forum akademik internasional. Perempuan asal Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, ini menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam kunjungan akademik dan seminar internasional di Ateneo de Davao University, Filipina, yang dipimpin oleh EduLead Indonesia bersama para profesor dan doktor dari sembilan universitas di Indonesia.

Kehadiran Kasmalinda selaku Mahasiswa Program (S3) Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tidak hanya merepresentasikan UPI, tetapi juga menghadirkan suara dan peran perempuan Aceh Jaya dalam percaturan pendidikan global—sebuah pesan kuat bahwa perempuan daerah memiliki kapasitas, daya saing, dan kepemimpinan di tingkat internasional.

Rangkaian kegiatan meliputi kolaborasi akademik dengan Ateneo de Davao University yang disambut langsung oleh jajaran pimpinan universitas, pelaksanaan Seminar Internasional, serta kunjungan akademik ke Sekolah Indonesia Davao (SID) yang berada di bawah naungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao.

Alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan pengabdian publik. Selain berkiprah sebagai akademisi, Kasmalinda juga merupakan mantan Anggota DPRK Aceh Jaya dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Aceh Jaya.

Perpaduan antara pengalaman politik dan kompetensi akademik menjadikannya figur perempuan dengan perspektif kepemimpinan yang utuh dan kontekstual.

Menurut Kasmalinda, partisipasinya dalam forum internasional merupakan bentuk komitmen nyata perempuan Aceh Jaya terhadap investasi pendidikan jangka panjang.

“Perubahan global menuntut kita tidak hanya adaptif, tetapi juga berani membuka diri terhadap kolaborasi internasional. Perempuan daerah harus tampil, belajar, dan mengambil peran strategis agar mampu membawa dampak bagi masyarakatnya,” ujar Kasmalinda yang juga alumni Pesantren Modern Ar Risalah tersebut.

Ia menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan pendidikan berbasis pembelajaran berkelanjutan dan jejaring global sangat relevan bagi daerah-daerah yang sedang membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk Aceh Jaya.

Seminar internasional yang menjadi bagian dari agenda ini mengangkat tema “Trends in Marketing Educations: Preparing Future Marketers for a Digital Society”, yang membahas tantangan pendidikan di era digital dan pentingnya kepemimpinan adaptif.

Bagi Kasmalinda, tema tersebut juga memiliki irisan kuat dengan dunia pendidikan, terutama dalam menyiapkan pemimpin sekolah dan birokrat pendidikan yang visioner dan responsif terhadap perubahan.

EduLead Indonesia berperan strategis sebagai penghubung akademisi Indonesia dengan institusi pendidikan luar negeri, membuka ruang kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kepemimpinan pendidikan berperspektif global.

Kunjungan akademik ini diikuti oleh para profesor dan doktor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Pendidikan Indonesia, Telkom University, Universitas Bengkulu, Universitas Mulawarman, Universitas Garut, UIN Raden Intan Lampung, dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta sejumlah institusi lainnya.

Dari Aceh Jaya ke Filipina, langkah Kasmalinda menjadi simbol perempuan Aceh yang terus belajar, bergerak, dan berkontribusi. Kiprah ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan di daerah, untuk berani bermimpi besar dan mengambil peran strategis dalam pembangunan pendidikan Indonesia.[]

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *