ACEH BESAR (AWN) – Lapangan bola Persima di Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, menjadi lokasi uji coba atas tesis bahwa inisiatif level gampong dapat menjadi lokomotif ekonomi kreatif. Selama tiga hari penuh, 14 hingga 16 November 2025, event perdana “Meunasah Krueng Fair 2025” hadir membawa mandat tunggal: membangkitkan kreativitas warga dan menunjang inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keuchik Gampong Meunasah Kreung, Anmulyadi Rianto, memandang event ini sebagai panggung penting untuk meruntuhkan dikotomi antara pelestarian tradisi dan tuntutan modernitas.
“Ini bentuk dorongan untuk memajukan UMKM yang ada dalam gampong. Kami ingin memberikan panggung yang layak bagi warga,” ujar Anmulyadi Rianto.
Tesis ini teruji dengan antusiasme pasar yang signifikan. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa seluruh lapak UMKM ludes terisi.
Anmulyadi menegaskan bahwa magnet event ini melampaui batas desa.
“Stan atau lapak UMKM penuh ter-list. Baik UMKM dalam gampong maupun luar,” ungkapnya.
Data ini menjadi indikator kuat adanya market demand riil yang berhasil direspons oleh event tersebut.
Untuk menerjemahkan tema “Menyatukan Tradisi dan Inovasi”, program acara dirancang sebagai inkubator multi-segi.
Aspek seni budaya diwujudkan melalui kurasi panggung yang menampilkan perpaduan figur seperti Nazar Apche dan Cut Zuhra dengan kelompok kontemporer seperti Sanggar Wonderlust dan Abu Butho ft Dengerhope.
Sementara itu, lomba seperti Tari Kreasi dan Nasyid berfungsi sebagai inkubator untuk inovasi produk dan talenta lokal.
Kendati sukses pada gelaran perdana yang direncanakan akan dibuka oleh Bupati Aceh Besar, Anmulyadi menutup inisiatifnya dengan sikap pragmatis khas seorang pengambil kebijakan.
“Event ini nantinya setelah ini akan kami evaluasi. Jika mendatangkan manfaat dan hasil positif, maka akan diadakan tiap tahun. Jika tidak, maka akan ditiadakan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan Meunasah Kreung Fair tidak akan bergantung pada euforia semata, melainkan pada landasan data dan manfaat nyata yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik gampong.[]









