Aceh Jaya (AWN) – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Aceh Jaya. Salah satunya melalui penyaluran sekitar 11 ribu bibit kelapa sawit kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga petani.
Ketua DPRK Aceh Jaya, Musliadi Z, mengatakan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada masyarakat di sejumlah kecamatan.
“Alhamdulillah, untuk tahun ini kita sudah menyalurkan lebih kurang 11 ribu bibit sawit kepada masyarakat dalam Kabupaten Aceh Jaya,” kata Musliadi Z, Rabu (26/8).
Untuk tahap awal, bantuan diberikan kepada masyarakat di Kecamatan Setia Bakti, Darul Hikmah dan Sampoiniet. Penyaluran tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sektor perkebunan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang.
Menurut Musliadi, kelapa sawit masih menjadi salah satu komoditas yang memiliki prospek ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, bantuan bibit tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai investasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani.
“Kita berharap dengan adanya bantuan tersebut ke depan mampu meningkatkan ekonomi keluarga para petani. Apalagi saat ini sawit juga menjadi salah satu tanaman yang menjanjikan untuk ekonomi masa depan,” ujarnya.
Musliadi juga mengingatkan penerima agar menjaga dan memanfaatkan bibit tersebut sesuai tujuan awal program. Ia meminta masyarakat tidak menjual kembali bantuan yang telah diterima, melainkan menanam dan merawatnya hingga dapat memberikan hasil.
“Harapan kita, apa yang telah kita bagikan dapat dipergunakan dengan baik, ditanam sendiri dan tidak diperjualbelikan. Ke depan, kita ingin ekonomi para petani Aceh Jaya terus meningkat,” katanya.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bersumber dari anggaran negara sehingga pemanfaatannya harus benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat.
“Sangat disayangkan kalau bantuan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bibit ini dibeli dengan uang negara dan tujuan akhirnya adalah membantu masyarakat. Karena itu, mari kita rawat bersama agar beberapa tahun ke depan dapat menjadi sumber penghasilan dan membuka jalan bagi kehidupan keluarga yang lebih baik,” tuturnya.
Musliadi berharap, bibit yang akan ditanam tidak hanya menjadi tanaman di lahan masyarakat, tetapi tumbuh menjadi aset ekonomi keluarga untuk masa depan.
Ia ingin hasil perkebunan nantinya mampu membantu petani memenuhi kebutuhan pendidikan anak, meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.
“Semoga apa yang kita tanam hari ini menjadi rezeki bagi keluarga di masa mendatang. Jangan hanya melihat nilai bibit yang diterima, tetapi lihatlah harapan yang bisa tumbuh bersamanya. Kita ingin anak-anak petani Aceh Jaya kelak menikmati hasil dari kebun yang dibangun orang tuanya hari ini,” pungkasnya.[]











