ACEH JAYA (AWN) – Pendangkalan kembali terjadi di Kuala Lhok Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas ratusan nelayan terganggu karena kapal-kapal nelayan kesulitan keluar masuk muara untuk melaut.
Ketua KNTI Aceh, Azwar Anas, mengatakan pendangkalan kuala merupakan persoalan yang terus berulang setiap tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan yang tuntas. Akibatnya, nelayan harus menunggu air pasang atau bahkan terpaksa tidak melaut, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan dan perekonomian keluarga mereka.
“Persoalan ini bukan kali ini aja terjadi bahkan sudah berulang kali, sehingga aktifitas ratusan nelayan di lhok kuala ini terhanti sehingga ekonomi nelayan juga terganggu, ” Kata Ketua KNTI Aceh Jaya, Azwar Anas, Rabu (5/8).
Panglima Laot Lhok Kuala Daya pawang Sajali juga menyampaikan hal yang sama kalau pendangkalan kuala tersebut sudah berulang terjadi.
Sajali berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata melalui pengerukan alur kuala serta pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) agar akses keluar masuk kapal kembali lancar dan aman. Penanganan permanen dinilai sangat mendesak mengingat sektor perikanan merupakan sumber penghidupan utama masyarakat pesisir di kawasan tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan (DKPP) Kabupaten Aceh Jaya, Destin Rezawan menyampaikan kalau pihaknya telah mengusulkan normalisasi kuala dan penambahan breakwater ke Provinsi sejak dua tahun lalu.
“Untuk masalah pendangkalan kuala tersebut memang sudah sering terjadi sehingga kita juga sudah mengusulkan untuk penanganan tersebut sehingga aktifitas nelayan tidak terhambat, “katanya.
Ia menjelaskan kalau pihaknya sudah mengusulkan dua kali keprovinsi untuk penanganan yaitu sejak tahun 2024 lalu, namun hingga saat ini belum terealisasi.
“Kita mengusulkan sudah dari tahun 2024 lalu ke Provinsi karena jika menggunakan anggaran daerah tidak akan mampu membutuhkan biaya besar, ” Katanya.
Ia berharap agar penanganan tersebut cepat terealisasi mengingat melaut menjadi salah satu aktifitas nelayan setempat untuk ekonomi keluarga sehari-hari. []









