ACEH JAYA (AWN) — Dinas Pendidikan Aceh Jaya mencatat hingga saat ini jumlah guru ditingkat SD dan SMP sebanyak 1.572 Orang, jumlah ini menunjukkan kalau guru Aceh Jaya masuk dalam kategori cukup untuk mendidik anak-anak Aceh Jaya.

Namun keterpenuhan jumlah guru tersebut tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan guru yang berkompeten, karena tantangan pendidikan saat ini sedang bergerak lebih jauh dalam menghadapi karakter murid yang begitu kompleks.

Banyaknya guru di suatu daerah belum bisa menjamin kualitas pembelajaran. Di ruang-ruang kelas, guru dituntut tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu memahami karakter peserta didik, menggunakan metode pembelajaran yang sesuai, serta memberikan pendampingan kepada anak dengan kemampuan dan kebutuhan yang berbeda.

Bupati Aceh Jaya Safwandi menyampaikan kalau dibawah kepemimpinannya komit untuk kemajuan pendidikan Aceh Jaya ke arah lebih baik, apalagi ini menjadi sebuah kewajiban yang di lakukan oleh setiap pimpinan apalagi fokus besar dari anggaran daerah selain kesehatan juga pendidikan sebagai salah satu peningkatan SDM Aceh Jaya.

Safwandi menjelaskan kalau meskipun ditengah keterbatasan anggaran pihaknya pada tahun 2027 mendatang juga telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk peningkatan kapasitas guru di Aceh Jaya.

Safwandi juga punya harapan besar di tengah momentum Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke 67 tahun ini, ia berharap pendidikan Aceh Jaya kedepan terus meningkat sehingga anak Aceh Jaya memiliki daya saing sehingga tidak lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.

“Kita berharap dari pemerintah daerah semoga mutu pendidikan semakin bagus ke depan dan tenaga pendidik juga harus yang berkualitas dan semua fasilitas dipastikan akan nyaman, ” Kata Bupati Aceh Jaya, Safwandi, Kamis.

Ia juga mengharapkan kualitas pendidikan yang telah dicapai  dengan sejumlah penghargaan di Hari Pendidikan Daerah dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Menurut safwandi anggaran memang menjadi salah satu tantangan berat bagi pemerintah untuk memajukan setiap sektor, sehingga pihaknya harus memikirkan strategi agar semua sektor dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh Jaya, As’ Ari menjelaskan kalau peningkatan mutu memang menjadi titik fokus pihaknya dan berharap kualitas pendidikan kedepan lebih baik.

Menurut nya hal ini memang sedikit mengalami kesulitan apalagi dari tahun ketahun anggaran yang didapatkan terus berkurang sehingga pihaknya harus menguras pikiran bagaimana cara agar kualitas pendidik juga meningkat ditengah keterbatasan.

“Banyak anggaran sudah berkurang dari tahun-tahun sebelumnya dan kita berharap kepada pemerintah daerah untuk memperbesar kembali anggaran untuk peningkatan kualitas guru,” Tegasnya.

Meskipun demikian As Ari juga berharap kepada guru sendiri untuk lebih jeli mencari peluang dengan terus meningkatkan kemampuan diri melalui pelatihan daring yang di buat oleh institusi lainnya.

“Kita berharap juga kepada para guru maupun para pendidik mari kita tingkatkan kinerja karena apapun ceritanya, sebanyak apapun uangnya, kalau memang kita sendiri enggak berniat atau enggak berupaya untuk meningkatkan kinerja kita, otomatis enggak bisa maju juga, “tegasnya.

Dari sini kita dapat mengukur kalau pemerintah daerah sendiri mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) besar dalam Peningkatan SDM dasar dari segi pendidikan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melalui Dinas Pendidikan perlu membangun sistem pengembangan guru yang memiliki indikator keberhasilan yang jelas.

Program tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah kegiatan, jumlah peserta, atau besarnya anggaran yang terserap. Evaluasi harus diarahkan pada perubahan kompetensi guru dan dampaknya terhadap pembelajaran.

Jika pengembangan guru dilakukan secara konsisten, terarah, dan berbasis kebutuhan, maka persoalan pendidikan Aceh Jaya tidak hanya diselesaikan dari sisi kuantitas tenaga pendidik, tetapi juga kualitas.[]

Penulis: ArifEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *